.

Simak Artikel Populer, Menarik & Informatif Lainnya


5 Mar 2010

Ponsel Lokal Produk China, Tetap Jadi Primadona

Serbuan telepon seluler merk lokal masih tidak tertandingi. Harga yang miring dan fitur nomor satu, tetap jadi andalan. Walaupun semua produk ponsel lokal tersebut masih 100% impor dari China, sebagian produsen mengaku sudah merakitnya di Indonesia. Bahkan modelnya pun banyak meniru ponsel merk kelas atas seperti Nokia, Samsung, LG dan Sony Ericsson. Bagaimana cara memilih ponsel lokal yang bermutu?

Merk ponsel lokal bermacam-macam, mulai dari Nexian sampai StarTech. Keunggulan lain ponsel lokal tersebut adalah adanya fitur dual sim card (bahkan ada yang 3 sim card), dual mode (GSM - CDMA) ataupun bisa menerima siaran televisi. Harga yang lumayan terjangkau tentu membuat produsen ponsel kelas atas sempat kuatir kehilangan pasar. Dan hal itu memang terbukti. Karena ponsel kelas atas pada kenyataannya mempunyai basis produksi di China karena murahnya tenaga kerja.

Ponsel lokal tidak hanya diminati oleh pengguna yang memiliki dana terbatas, namun juga oleh kalangan yang memerlukan kepraktisan. Satu ponsel bisa untuk dua nomor misalnya. Apalagi tak jarang ponsel lokal melakukan bundling sales dengan operator lokal. Apalagi jika memiliki beberapa nomor yang dianggap cantik, tentu merepotkan jika menenteng beberapa ponsel sekaligus.

Jika berminat membeli ponsel lokal, berikut tips dari saya berdasarkan pengalaman pribadi.

1. Periksa dan test semua fitur yang ada.
Jika ponsel banjir fitur seperti TV, Wifi, dual Sim ataupun Java (games dan aplikasi), test semua di toko. Karena tidak jarang semua fitur tersebut hanya sekedar tempelan belaka. Apalagi jika untuk konektivitas GPRS (jangan harapkan 3G lho), sangat berbeda dengan ponsel Nokia.

2. Beli ponsel dengan batere cadangan.
Hal ini dikarenakan fitur dual Sim atau TV menyedot tenaga cukup banyak, jadi tanyakan apakah dalam paket penjualan terdapat 2 batere. Tenaga batere ponsel lokal jauh berbeda dibanding ponsel biasa, lebih boros dan cepat panas.

3. Utamakan mutu dan harga.
Harga biasanya tidak menipu, karena itu jangan tergiur dengan harga murah ataupun model keren yang mirip dengan Blackberry misalnya. Bayangkan jika harga ponsel 200 ribu, apakah kamu niat untuk servis jika ponsel rusak dan harga servis lebih mahal dari harga ponsel itu sendiri?

4. Pilih ponsel sesuai kebutuhan.
Jika butuh untuk dua kartu dari beda operator, jangan terpancing membeli ponsel dengan fitur segudang. Apalagi jika hanya sekedar telepon atau sms, karena semua akan mubazir. Memang harganya murah, karena itu jangan mengharapkan kualitas suara dan foto seperti Nokia atau Sony Ericsson.

5. Teliti produsen dan layanan purna jual.
Pilihlah produsen yang mempunyai kantor service center lengkap dan cabang di banyak kota. Hal ini menandakan keseriusan produsen ponsel dalam melayani pelanggannya. Dan juga menjamin ketersediaan stok jika suatu saat ponsel rusak. Jangan lupa test layanan konsumen melalui nomor telepon mereka.

Semoga 5 tips membeli ponsel lokal dengan cita rasa China ini dapat membantu kawan semua dalam memilih dan memilah. Yang kita harapkan adalah di masa depan, Indonesia benar-benar mempunyai ponsel lokal dengan merk lokal (tanpa harus impor dari China) dan berhasil ponsel pilihan utama bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini terbukti karena Korea adalah produsen ponsel Asia yang berhasil menjadikan Samsung dan LG terkenal ke seluruh dunia. Ada saran atau komentar? Saya tunggu kawan.




Share/Bookmark

0 comments:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails