Mempunyai lebih dari satu ponsel saat ini sudah biasa. Biasanya seseorang pasti menggunakan dua jenis layanan seluler yaitu GSM dan CDMA, walaupun belakangan sudah beredar ponsel dual sim dengan dual mode yang umumnya ponsel lokal tapi buatan Cina. Agar tidak salah kaprah, kali ini saya akan membahas 2 jenis lisensi CDMA yang digunakan operator seluler Indonesia.
Lisensi untuk Code Division Multiple Access (CDMA) ini dikeluarkan oleh pemerintah untuk para operator CDMA sesuai kebutuhan, yaitu lisensi seluler dan lisensi Fixed Wireless Access (FWA). Operator CDMA yang menggunakan jenis lisensi seluler membuat layanan, kualitas, jangkauan nasional dan segi tarif sama seperti Global System for Mobile Communications (GSM).
Sedangkan bila memanfaatkan lisensi FWA menjadikan layanan CDMA mirip dengan telepon rumah biasa atau yang biasa dikenal dengan Public Service Telephone Network (PSTN). Hal inilah yang membuat harga layanan CDMA menjadi murah dan sama seperti telepon rumah, namun jangkauan menjadi terbatas pada lokasi area tertentu saja.
Prinsip kerja dua lisensi CDMA ini sebenarnya sama saja, hanya berbeda dari segi tarif dan coverage area. Ponsel CDMA yang digunakan juga sama, tergantung frekuensi masing-masing operator. Operator yang menggunakan lisensi seluler adalah Mobile-8 dan Smart, yang saat ini sudah bergabung menggunakan merk SmartFren. Sedangkan operator dengan lisensi FWA adalah Esia, TelkomFlexi, StarOne (Indosat) dan Hepi (Mobile-8).
Perbedaan lisensi yang menyebabkan perbedaan tarif inilah yang sering menimbulkan salah kaprah. Para konsumen cenderung menganggap layanan CDMA identik dengan harga murah dan dipandang sebelah mata. Pada awalnya CDMA hadir di Indonesia oleh TelkomFlexi yang menggunakan sistem FWA. Saat Mobile-8 muncul, tentunya menggunakan lisensi seluler dan tarif yang lebih tinggi. Hal ini wajar karena Mobile-8 memiliki jangkauan lebih luas.
Namun para operator CDMA dengan lisensi FWA sudah bisa digunakan di luar home area. Tentunya dengan ada syarat dan ketentuan tersendiri. Jadi tanpa perlu mengganti nomor, ponsel Esia dari Jakarta bisa digunakan di Surabaya. Apakah operator yang menggunakan lisensi selular akan menjerit? Rasanya tidak, karena sudah mempunyai pasar tersendiri. Bahkan layanan Blackberry CDMA segera hadir untuk memanjakan konsumen Indonesia.
Kualitas layanan CDMA dengan sistem FWA juga sudah mulai berkembang. Hal ini dibuktikan dengan adanya fasilitas Esia yang memudahkan kita menelepon ke luar negeri. Sama halnya dengan Fren yang menganut jaringan CDMA seluler.
Kualitas layanan CDMA dengan sistem FWA juga sudah mulai berkembang. Hal ini dibuktikan dengan adanya fasilitas Esia yang memudahkan kita menelepon ke luar negeri. Sama halnya dengan Fren yang menganut jaringan CDMA seluler.



1 comments:
Makasih mas, saya baru tahu hal ini.
Poskan Komentar