Kompas TV yang menggunakan sistem televisi jaringan (network television) bisa jadi karena izin untuk pendirian tv swasta nasional telah lama ditutup. Dengan cara seperti ini, Kompas TV masih bisa siaran nasional ke daerah (tanpa perlu membangun menara pemancar) karena bekerja sama dengan televisi lokal daerah yang sudah ada.
Televisi lokal yang saat ini siap dan bergabung dalam Kompas Gramedia TV Network dalam menyiarkan acara Kompas TV adalah :
- KTV (Jabodetabek) 28 UHF
- STV (Bandung) 34 UHF
- BTV (Semarang) 47 UHF
- ATV (Batu - Malang Raya) 32 UHF
- BCTV (Surabaya) 40 UHF
- MOSTV (Palembang) 52 UHF
- KhatulistiwaTV (Pontianak) 39 UHF
- MakassarTV (Makassar) 23 UHF
- DewataTV (Denpasar) 23 UHF
Satelit Palapa D sudah disewa oleh Kompas TV untuk memancarkan siarannya dari Jakarta ke rekanan televisi di daerah, lalu diteruskan oleh televisi lokal di masing-masing kota. Penggunaan Satelit Palapa D ini dikarenakan 70% televisi swasta nasional dan beberapa saluran televisi asing sudah bercokol di satelit ini. Jika daerah atau kota kamu tidak bisa menerima Kompas TV melalui antena biasa, bisa menggunakan antena parabola yang diarahkan ke satelit Palapa D yang memiliki daya pancar ke seluruh negara Asia dan Australia..
Sebagai pemain baru dalam bidang televisi lokal dengan gaya jaringan, Kompas TV yang mempunyai tagline "Inspirasi Indonesia" ini optimis bisa bersaing dalam industri tv swasta nasional komersial saat ini. Pembagian acara diperkirakan 70% nasional dan 30% lokal dimaksudkan untuk mendorong mutu siaran tv lokal Indonesia. Karena itu, pada jam tayang tertentu, siaran Kompas TV pasti berbeda di setiap kota.
Kompas Gramedia TV Network yang menaungi Kompas TV (PT. Gramedia Media Nusantara) bersiap dengan acara news, adventure & knowledge, entertainment yang mengedepankan kualitas, variatif dan menghindari sinetron serta acara gosip selebriti. Iklan media cetak yang besar-besaran di surat kabar Kompas menampilkan publik figur yang boleh jadi punya kualitas tersendiri.
Jika dulu TV7 (yang juga dimiliki oleh Kompas Gramedia Grup) berakhir di tangan Transcorp dan berubah menjadi Trans7, semoga Kompas TV dibuat bukan hanya sebagai pertimbangan bisnis dari pemilik modal belaka dan akan terus bertahan dalam upaya menampilkan sisi lain budaya Indonesia.
Mari kita tunggu kehadirannya mulai 9 September 2011 di sepuluh kota di Indonesia: Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, dan Makassar, dan akan terus bertambah. Simak aneka info program acara di www.kompas.tv
.




1 comments:
Wah di tempat saya belum ada... untungnya masih bisa baca kompas sambil ngeblog.. he
salam,
Blogger Banua
Poskan Komentar